Ticker

6/recent/ticker-posts

Lamongan Memiliki Desa Budidaya Tumbuhan Hias

 Para pecinta tumbuhan hias sangat direkomendasikan mendatangi Lamongan. Salah satu desa di situ mempunyai puluhan tipe tumbuhan hias yang menarik mata.


Desa itu merupakan Desa Wanar, Kecamatan Pucuk. Mereka pula baru mempromosikan diri selaku desa wisata tumbuhan hias. Tumbuhan hias hasil budidaya desa itu apalagi telah diekspor ke luar negara.


Kesohoran tumbuhan hias yang terdapat di Desa Wanar itu bermula pada tahun 1980an. Dikala itu, seseorang sesepuh desa Dusun Tulung, Desa Wanar merantau ke Surabaya. Ia bekerja jadi seseorang tukang halaman.


" Sebab seperti itu Desa Wanar dijuluki jadi ahlinya tukang halaman," kata Kepala Desa Wanar, Ali Thohir kepada detikJatim, Jumat( 1/ 4/ 2022).


Bagi Thohir, si sesepuh desa awal mulanya cuma menjual pupuk kompos dari rumah ke rumah bersama si anak. Lelet laun, sebagian masyarakat Surabaya memakai jasa wujud ini buat menjaga tumbuhan di rumah mereka.


" Ia pula dimohon menata halaman. Nyatanya hasil kerja dia memanglah bagus," ucap Thohir.


Dari pengalaman tersebut, si sesepuh desa lalu membudidayakan tumbuhan hias di Desa Wanar. Ia pula mengajak kerabat serta tetangganya buat mengganti wajah desa yang gersang jadi asri berkat tumbuhan. Lalu ia mengajak masyarakat desa jadi tukang halaman di Surabaya.


" Dari situlah cikal bakalnya, sehingga tumbuh semacam saat ini ini," cerah Thohir.


Tumbuhan hias yang terdapat di desa tersebut pula bermacam- macam. Semacam tumbuhan dolar, jasmine, gadis salju, aneka palem, anting gadis, serut, sikas, aneka bonsai, serta lain- lain.


Thohir mencatat, dikala ini 30 persen masyarakat Desa Wanar menekuni usaha budidaya tumbuhan hias. Berkat tumbuhan hias ini pula, perekonomian masyarakat desa bertambah.


" Ibaratnya, indahnya Jakarta, kami yang membudidayakan halamannya. Hijaunya Surabaya pula berkat tukang tumbuhan kami yang mengerjakan," imbuh Thohir.


Tidak cuma dalam negara, tumbuhan hias dari Desa Wanar pula telah memasuki pasar luar negara. Semacam Brunei Darussalam.


" Pemasaran nyaris segala Indonesia, apalagi ke Brunei. Sangat menjanjikan sekali usaha ini," tambah Thohir.


Ia meningkatkan, pencanangan Desa Wanar selaku desa wisata tumbuhan hias memanglah baru dicoba saat ini. Tetapi, desa ini telah lama turut andil dalam penghijauan bermacam kota di Indonesia.


" Ikhtiar kami dari nol hingga saat ini ialah hasil inovasi dari orang tua kami terdahulu, sebab kami ialah generasi ke 3," ungkap Thohir.


Mendengar proses panjang tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Effendi memperhitungkan Desa Wanar tidak cuma pantas jadi Desa Tumbuhan Hias, tetapi pula layak jadi Desa Devisa. Semacam Desa Parengan Maduran yang lebih dahulu dinobatkan.


" Prosesnya memanglah sangat panjang, tumbuhan di mari sebelumnya hanya biasa tetapi dapat disulap jadi luar biasa. Apalagi tumbuhan waru di mari naik kasta jadi red panama sehingga harga jualnya sangat besar," papar laki- laki yang akrab disapa Pak Yes itu.


Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo sepakat dengan usulan Bupati Lamongan tersebut. Supaya upaya para petani tumbuhan hias terus menjadi membuahkan hasil.


" Bila putaran komoditasnya ini dapat dipasarkan ke luar negara, hingga sangat dapat sekali bila Dusun Tulung Desa Wanar ini dinominasikan jadi Desa Devisa," ucap Agung. 

Post a Comment

0 Comments